Hana sedang menunggu sahabatnya sejak 5 menit yang lalu. Entah kenapa ia sangat jenuh saat ini. Padahal, Dimas yang menyuruhnya untuk datang ke Café ini. Tapi, Dimas juga yang tidak tepat waktu. Menyebalkan. Batin Hana.
Tak lama kemudian, setelah Hana menggerutu di dalam hatinya, Dimas datang dengan sekantong makanan kesukaan Hana. Ia tahu, bahwa Hana akan marah jika ia telat 1 menit saja. Ia tahu, bahwa Hana akan meredam rasa marah dengan makanan kesukaannya--Craps.
"Halo.. Hana-ku." Sapa Dimas sambil menarik kursi untuk di duduki.
"Halo. Halo. Lo udah telat lima me--" Ucap Hana terpotong.
"Shutt.. Nih, ada makanan favorit lo. Makan, noh, makan." Dimas memberikan Craps itu ke tangan Hana.
"Waaahh.. Thank you banget loh, Dim-dim. Gue suka. Pesenin gue minum juga dong. Gue haus, dari tadi nungguin lo terus."
"Lo nunggu gue cuma 5 menit aja, udah kayak nunggu 5 jam. Dasar cewek. Berlebihan." Dimas menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sorry, ya, waktu gue itu berharga."
"Apa? Lo cuma fan girl-an aja di rumah. Apa yang berharga?"
"Yaa, itu kan berharga menurut gue. Kalo lo mau ngerasain jadi gue, lo harus jadi fan boy makanya." Ucap Hana.
"Terserah deh. Mau minum apa?" Dimas mengalihkan pembicaraan. Tahu kan, jika mengajak perempuan berdebat itu seperti apa? Nggak bakal ada ujungnya, apalagi, yang anak K-popers.
"Yang kayak biasa. Jus alpuket." Ucap Hana bersemangat sambil mengunyah Craps miliknya.
Setelah memesan, Dimas menghampiri kursi-nya lagi. "Lahap banget makan lo. Nanti gendut, lho. Sini, gue bantuin makan." Ucapnya sambil merebut Craps dari tangan Hana.
Dimas memakannya dengan lahap. Se-lahap Hana tadi. Hana yang melihat Dimas memakan Craps-nya, hanya bisa mendengus, kesal. "Balikin makanan gue." Ucap Hana dengan tenang, tapi dengan tatapan mata yang tajam. Se-tajam duri ikan gurami.
"Yah, udah abis." Ucap Dimas dengan wajah melasnya.
"Balikin makanan gue." Ulang Hana.
"Tapi, udah abis. Gimana dong?" Ucap Dimas lagi sambil menopang dagunya dengan kedua telapak tangan.
"Rese. Gue laper, Dimas." Hana memegangi perutnya.
Saat itu juga, pelayan datang dengan minumannya. Belum juga di taruh ke meja oleh sang pelayan. Dimas langsung mengambil minumannya dari nampan sang pelayan. Si pelayan hanya memasang wajah cengo nya, melihat kelakuan sang pengunjung yang tidak sopan. Tidak ingin ambil pusing, pelayan tersebut segera berbalik dan pergi ke tempatnya.
"Nih, nih. Minum ini. Biar gak laper."
"Terserah, deh. Lo aneh. Lo rese kalo lagi aneh." Ucap Hana sambil meneguk minumannya.
"Lo juga aneh kalo lagi rese." Balas Dimas.
"Sebenernya, ngapain si, lo nyuruh gue buat ke sini?" Tanya Hana dengan gemas.
"Yaa.. Pengen aja."
"Kenapa juga lo nyuruh gue kesini, kalo cuma nyuruh gue buat nunggu, makan dan minum."
"Tunggu sebentar lagi. Gue lagi nunggu barang." Ucap Dimas dengan watadosnya.
"Tuh, kan. Lo nyuruh gue nunggu lagi. Gue ga mau jadi korban penunggu lo." Ucap Hana dengan dramatis.
"Lo ga mau nunggu? Tuh barang gue udah dateng. Bentar, ya." Dimas pergi ke luar untuk mengambil barang yang di maksudnya.
Dimas datang kembali dengan wajah berseri-nya. Itu sangatlah berbeda di mata Hana. Jujur, sejak kecil dan sampai SMA, Hana tidak pernah melihat Dimas bisa se-bahagia itu. Yang Hana tahu, Dimas adalah cool, frozen, and annoying boy. Tapi ini? Dimas merubah expresi wajahnya saat bertemu dengan barangnya.
"Hana." Ucap Dimas yang langsung membuat Hana tersadar dari gumaman batinnya.
"Apa?"
"Lo tadi bilang, gak mau jadi korban penunggu gue, kan?" Tanya Dimas yang lebih tepat di sebut pernyataan.
"Bener banget!"
"Well, kalo gitu, would you like to be my girlfriend and my everything for ever?" Ucap Dimas sambil mengeluarkan sebuah kalung dan cincin yang berhuruf DH (DimasHana). Sangat indah.
Hana diam seribu bahasa. Ia terlalu malu dan gugup berhadapan dengan Dimas sekarang. Bagaimana bisa Dimas menyukai-nya? Warna merah tomat, menyebar di kedua pipinya yang chubby. Dimas, are you serious? Batin Hana.
"Gimana? You want?" Tanya Dimas dengan berharap.
"Memang, ini aneh buat lo. Memang, ini gak masuk akal buat lo. Tapi, menurut gue, hal ini masuk akal. Dan sangat-sangat masuk akal. Jadi," ucapnya terpotong.
"Gue mau." Ucap Hana cepat. Se-cepat cicak merayap.
.
.
.
#NulisRandom2017
#TeenFiction.
#Day4
@arinruhamasabila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar