Minggu, 11 Juni 2017

First Love



Sudah 4 tahun lamanya, Laisa menunggu kedatangan Ricko. Hari ini, Ricko susah sekali untuk dihubungi. Entah kenapa, hati Laisa menjadi risau dan tak tenang. Bagaimana tidak? Setiap hari, jika Ricko tidak menghubunginya, maka, Laisa yang akan menghubunginya. Tapi, hari ini? Sudah beberapa kali ia mencoba untuk Video Call dengan Ricko, dan hasilnya selalu nihil.

Semenjak Ricko pergi,  hari-harinya terasa sangat berubah. Tidak ada yang pernah menjemputnya, tidak ada yang pernah melarangnya, dan hati yang semakin merindukan dirinya. Ada apa ini? Mengapa aku sangat sedih sekali? Padahal, aku tidak perlu berharap untuk kedatangannya. Akankah dia datang kembali seperti yang dulu? Atau dia menjadi lebih dingin padaku? Aku merindukannya. Bagaimana ini? Tapi, apakah dia akan menepati  janjinya untuk datang kepadaku lagi? Batinnya. Berbagai pertanyaan yang  selalu terngiang-ngiang di kepalanya, tidak bisa ia musnahkan, bahkan, menghilangkan satu pertanyaan saja, ia tidak mampu.

Taman Bunga Nusantara, ya, disinilah Laisa ketika ia sedang merindukan Ricko. Disinilah tempat Ia dan Ricko selalu meringankan beban pikiran. Dan mereka selalu bersama-sama jika datang ke tempat ini. Ia berharap bahwa Ricko akan segera pulang dan segera menemuinya.

Saat dirasa sudah cukup lama ia disana, Laisa segera berdiri dari duduknya, berbalik, dan mengambil langkah untuk pergi dari tempat ini. Tapi, dilangkah keduanya, Laisa terhenti, karena ada seseorang yang sedang berdiri tepat di hadapannya. Laisa segera mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang telah menghadang jalannya ini. Betapa terkejutnya ia melihat sosok manusia jangkung yang sangat-sangat ia kenali dan ia rindukan.

“Ri-Ricko?” Ucap Laisa dengan bibir yang menganga lebar.

“Hello, Lay-ku.”  Sapa Ricko sambil melambaikan tangannya.

“K-kok kamu disini?” Tanya-nya lagi.

“Surprise!! Aku kembali lagi kesini. Akhirnya, dugaan aku bener, pasti kamu lagi disini. How are you?” Tanya Ricko balik.

“Kuliah kamu gimana? Ahhh...  Kenapa gak bilang dulu, si?”
“Hey.. Namanya juga kejutan, ya, harus diem-diem lah. Kuliah aku? Aku udah lulus sejak kemarin. Kamu  udah lulus belum? Huh?” Tanya Ricko dengan membungkuk.

“Aku udah lulus juga, kok. Maaf juga, gak kasih tahu kamu.”

“Gak apa-apa. Selamat, ya, buat kita berdua.” Ucap Ricko tersenyum.

“Kamu tahu? Aku kangen banget sama kamu. Syukurlah, sekarang aku bisa pulang dan ketemu kamu disini.” Ricko menarik napasnya, dan, hap. Dia langsung memeluk Laisa dengan erat.

 Laisa membulatkan bola matanya sempurna. “R-Rick?” Tanyanya dengan gugup.

“Jangan lepasin dulu. Aku nyaman banget kayak gini.  Asal kamu tahu, selama disana, aku gak nyaman, karena, kepikiran kamu terus. Gimana kamu disini? Sama siapa kamu hari ini? Makan apa kamu hari ini? Dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat aku kepikiran sama kamu. Seneng banget ada di dekat kamu lagi.” Ucap Ricko panjang lebar.

“Asalkan kamu tahu, Lay. Dari dulu, aku sayang sama kamu, aku pengen ngejaga kamu dari seluruh bahaya dan masalah yang menimpa kamu. Tapi, dengan mudahnya Papa mengirimku ke luar negeri. Dan, asalkan kamu tahu, aku pengen kamu tetap ada disisiku, bukan, bukan sebagai teman, tapi, sebagai pendamping hidupku. Ya, aku udah suka kamu dari semenjak kita kecil. Dan, sekarang lah waktu yang tepat buat aku, untuk ngungkapin perasaaan aku yang sebenarnya. Laisa, aku cinta sama kamu. Kamu adalah Cinta Pertama bagi aku. Jadi, aku mohon, semoga kamu memiliki perasaan yang sama terhadapku.” Ricko melepaskan pelukannya. Dan memilih untuk menatap dan menunggu jawaban darinya.

“A-aku juga cinta sama kamu. Kamu juga a-adalah Cinta Pertamaku. Tapi, maafin aku, Rick.” Laisa menunduk.

“Jangan  bilang kamu mau nolak aku?” Tanya Ricko dengan suaranya yang bergetar.

“Maafin aku.” Ulangnya lagi.

“Aku mohon, Lay. Jawab pertanyaan aku.”

“Maafin aku, karena, aku gak bisa nolak perasaan kamu, dan maafin aku, karena, aku gak bisa nolak perasaan aku yang sebenarnya.” Laisa mendongakkan kepalanya dan tersenyum.

Mata Ricko langsung berbinar, dan langsung meloncat tinggi-tinggi. Lalu, ia berteriak  “ I Love You, my First Love, You’re my Everything’s!!”

#NulisRandom2017

#Romance

#Chapter2 of Possessive Friend’s

#Day9

@arinruhamasabila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar